The most beautiful thing we can experience is the mysterious.
-
Cahaya Spiral Dikabarkan Yang Muncul Di Langit Canada, HOAX...!!
Muncul anomali misterius berbentuk spiral di langit Kolumbia, Kanada. Alhasill Seorang editor dari TheWeatherSpace.com Betty Morgan dipecat dari TheWeatherSpace Karena menyebarkan Berita Hoaxnya ini.
-
Penampakan UFO di Suramadu Bukan Hasil Sotosop. Penjelasan Alternatif..!!
Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.
-
Formasi Tiga Awan UFO - Triple Hole Punch Clouds, South Carolina
Sebuah formasi menarik yang terdiri dari 3 buah awan berbentuk UFO muncul diatas Myrtle Beach, wilayah Carolina Selatan. Akibat dari kemunculan formasi awan UFO ini memicu diskusi dari berbagai forum dimilis internet yang berpendapat bahwa hal ini berkaitan dengan kematian massal beberapa ribu burung pada waktu lalu yang disebabkan adanya aktivitas rahasia militer.
-
NASA Kepler mission - Kepler-22b Planet Biru "Lain" Kembaran Bumi?
Apakah ada kehidupan di Kepler-22b? Para ilmuwan belum tahu apakah planet ini memiliki komposisi utama seperti berbatu gas, atau cair. Ada kemungkinan bahwa kepler-22b memiliki awan di atmosfer.
-
Misterius : Struktur-Struktur Bangunan Raksasa Di Bangun di Tengah Gurun, CHINA
Anomali struktur bangunan raksasa misterius tertangkap Google Maps berlokasi di tengah gurun China . Timbul pertanyaan, Apa sebenarnya identitas objek struktur raksasa tersebut ? Mengapa China membangun struktur bangunan raksasa di tengah gurun ? Apa yang sebenarnya tengah di bangun dan direncanakan oleh China ?.
Ekspedisi Menuju Benua ke-8 yang "Hilang" Dimulai
Fenomena Lingkaran Misterius Fairy Circles Namibia, Afrika
![]() |
| Fairy Circle |
![]() |
| Fairy Circle |
Baca postingan-postingan terdahulu tentang Crop Circle :
Pada Fairy Circle, pola-pola ini terbentuk seolah-olah tanah yang ada membentuk lingkaran dan tidak bisa ditumbuhi rerumputan. Selama penelitian, para ilmuwan telah mengeluarkan hipotesis, seperti benih dari tanaman beracun yang mengakibatkan kerusakan pada tanah. Akan tetapi dari percobaan yang dilakukan, tidak ada satupun yang bisa mendukung untuk memperkuat hipotesis yang ada.
![]() |
| Citra Satelit |
![]() |
| Dr. Walter R. Tschinkel |
Sesungguhnya Walter Tschinkel tidak mungkin telah memecahkan misteri Fairy Circle , tetapi ia dapat memberitahu fakta mengejutkan bahwa lingkaran-lingkaran tanaman ini hidup (artinya bisa berjangkit ke rumput-rumput yang lain). Puluhan ribu formasi berupa bercak-bercak tanah, dengan diameter 2 sampai 12 meter padang rumput dari bagian selatan Angola ke utara Afrika Selatan, batas-batas mereka sering ditandai dengan pinggiran tinggi rumput.
Misteri Kuil Gobekli Tepe - Kuil tertua di Dunia?
Kontroversi Gobleki Tepe dan Taman Eden(Kristiani) - Surga 'Adnin atau Jannatul 'Adnin (Islam).
Nat Geo says, "We used to think agriculture gave rise to cities and later to writing, art, and religion. Now the world’s oldest temple suggests the urge to worship sparked civilization."
- Gobekli Tepe(9.000 SM) diperkirakan merupakan salah satu situs tertua dan berusia lebih tua dari Stonhenge (3.500 SM) .
- Göbekli Tepe menjadi tempat untuk ritual berkaitan dengan kekuatan spiritual orang mati bagi para leluhur.
- Göbekli Tepe menurut para ahli diperkirakan memiliki hubungan dengan Taman Eden(Kristiani) - Surga 'Adnin atau Jannatul 'Adnin (Islam)
Misterius : Struktur-Struktur Bangunan Raksasa Di Bangun di Tengah Gurun, CHINA
STRUKTUR MISTERIUS PERTAMA
Anda dapat melihat sendiri di Google Maps klik di sini .
Struktur kedua tampaknya menjadi semacam grid raksasa, juga terletak di utara sungai Shule.
Jika Anda zoom, Anda dapat melihat ada kendaraan-kendaraan atau alat-alat berat yang hancur. ni barat dari apa yang tampaknya menjadi stasiun listrik yang cukup besar atau tampak seperti sebuah stasiun listrik atau bekas stasiun radio yang mirip dengan HAARP dan DARPA.
Anda dapat melihat dengan jelas dengan memasukkan letak kordinatnya pada Google Maps: 40.452107,93.742118 atau bisa langsung mengklik di sini
Yang ketiga adalah struktur yang cukup aneh , Ribuan garis berbentuk kotak dengan panjang 18 mil . Anda dapat men'zoom untuk melihat dengan jelas di Google Maps dengan kordinat : 44 42'40.81"N 93 31'46.18"E atau bisa langsung klik di sini .
STRUKTUR-STRUKTUR BANGUNAN MISTERIUS YANG LAIN
Di Google Maps, ketika anda mengetik lokasi kordinat : 40.458148,93.393145 maka anda akan dikejutkan oleh struktur yang lain dan mirip dengan pola struktur bangunan pertama. (klik disini)
Penemuan Jejak Kaki Raksasa Berusia Ratusan Tahun di Kinilow, Tomohon -
Menurut warga sekitar, usia dari jejak telapak kaki tersebut sudah berusia ratusan tahun yang lalu. Dan ini dia saya berikan kutipan dari informasi berita media lokal setempat.
“Kinilow memang lokasi yang memiliki potensi kearkeologian. Khususnya zaman megalitik. Pada zaman ini ditandai dengan penggunaan batu untuk prosesi pemujaan atau penguburan. Seperti waruga atau batu dakon,” ungkap Dra Ipak Fahriani, Koordinator Peneliti Balai Arkeologi Manado, Senin (01/08).
Ditambahkan Fahriani, di Sulut banyak ditemukan tanah jenis basal (domato) yang mudah dibentuk. “Jadi aspek lingkungan dari lokasi penemuan turut menjadi perhatian kami,” tuturnya seraya mengatakan Balai Arkeologi Manado akan menghubungi pihak kepolisian setempat untuk mengamankan lokasi.
Diyakini Berusia Ratusan Tahun
|
KOMENTAR
Jejak kaki raksasa (panjang 74 cm) yang ditemukan di sebuah batu besar pada sebuah perkebunan di Kelurahan Kinilow I, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, diyakini oleh warga sekitar telah berusia ratusan tahun. Pasalnya, keberadaan jejak kaki itu telah diketahui para orang tua di Kinilow. “Ini (jejak kaki, red) telah lama diketahui oleh kami warga di sini. Bahkan ayah saya saja yang saat ini hampir berusia 100 tahun dan masih hidup hingga kini, pernah mengutarakannya kepada saya soal itu. Cuma dulu belum secanggih sekarang, di mana boleh langsung diabadikan lewat kamera handphone,” ungkap seorang warga Kinilow I kepada Komentar, Senin (01/08) kemarin di lokasi penemuan.
Menurut mereka, awalnya orang tua tersebut tidak memiliki nama, namun karena bentuk badannya yang tinggi, sehingga orang zaman dahulu menamakannya demikian, dengan menganalogikan tingginya sama seperti sembilan kali dari tinggi dengkul manusia biasa.
“Torang kwa penasaran mo lia tu jejak kaki raksasa. Jadi biar bajalan, torang datang. Dan setelah melihatnya kami rasa ini asli dan bukan rekayasa,” ujar Vian P, salah satu warga pengunjung. Menariknya, di lokasi penemuan saat ini sedang dilakukan pelebaran jalan dan tempat tersebut nyaris terkena dampak dari pelebaran ini.“Waktu pertama kali kita akan melakukan penggusuran, kami telah diingatkan oleh warga. Jika sudah sampai di tempat ini (tempat penemuan, red), kami harus memasang dan meletakkan rokok. Katanya sebagai wujud penghormatan seraya meminta izin untuk melakukan pekerjaan. Kalo nda, tu ekskavator mo rusak, depe gigi mo ancor,” papar seorang pekerja.
Dikatakannya, untuk menindaklanjuti penemuan ini, pihaknya akan bekerja sama dan secepatnya menghubungi pihak terkait.
Gunung Vesuvius dan Kisah Peradaban Pompeii
Peradaban Pompeii
Kota Pompeii didirikan sekitar abad ke-6 SM oleh orang-orang Osci atau Oscan, yaitu suatu kelompok masyarakat di Italia tengah. Saat itu, kota ini sudah digunakan sebagai pelabuhan yang aman oleh para pelaut Yunani dan Fenisia. Ketika orang-orang Etruska mengancam melakukan serangan, kota Pompeii bersekutu dengan orang-orang Yunani yang kemudian menguasai Teluk Napoli. Pada abad ke-5 SM orang-orang Samnium mendudukinya (beserta semua kota di Campania). Para penguasa baru ini memaksakan arsitektur mereka dan memperluas wilayah kota. Diyakini juga bahwa selama pendudukan orang-orang Samnium, Roma sempat merebut kembali Pompeii untuk sementara waktu, namun teori ini belum terbuktikan.
Pompeii ikut ambil peranan dalam peperangan yang dimulai oleh kota-kota Campania melawan Roma, namun pada tahun 89 SM kota ini dikepung oleh Sulla. Walaupun tentara Liga Sosial yang dipimpin oleh Lucius Cluentius ikut membantu dalam melawan Roma, pada tahun 80 SM Pompeii dipaksa menyerah setelah Nola ditaklukkan. Pompeii lalu menjadi sebuah koloni Roma dengan nama: Colonia Cornelia Veneria Pompeianorum. Kota ini menjadi jalur penting bagi barang-barang yang datang lewat laut dan harus dikirim ke Roma atau Italia Selatan yang terletak di sepanjang Via Appia yang tidak jauh dari situ.
Pada tahun 62 M, sebuah gempa bumi hebat merusakkan Pompeii bersama banyak kota lainnya di Campania. Di masa antara tahun 62 M hingga letusan besar Vesuvius tahun 79 M, kota ini dibangun kembali, mungkin lebih megah dalam bidang bangunan dan karya seni dari sebelumnya.
Penulis Plinius Muda menulis bahwa getaran bumi itu "tidaklah begitu menakutkan karena sering terjadi di Campania".
Pada awal Agustus tahun 79, mata air dan sumur-sumur mengering. Getaran-getaran gempa ringan mulai terjadi pada 20 Agustus 79 , dan menjadi semakin sering pada empat hari berikutnya, namun peringatan-peringatan itu tidak disadari orang, dan pada sore hari tanggal 24 Agustus, sebuah letusan gunung berapi yang mematikan terjadi. Ledakan itu merusakkan wilayah tersebut, mengubur Pompeii dan daerah-daerah pemukimanlainnya. Kebetulan tanggal itu bertepatan dengan Vulcanalia, perayaan dewa api Romawi.
Laporan saksi mata satu-satunya yang bertahan dan dapat diandalkan tentang peristiwa ini dicatat oleh Plinius Muda dalam dua pucuk surat kepada sejarahwan Tacitus. Dari rumah pamannya di Misenum, sekitar 35 km dari gunung berapi itu, Plinius melihat sebuah gejala luar biasa yang terjadi di atas Gn. Vesuvius: sebuah awan gelap yang besar berbentuk seperti pohon pinus muncul dari mulut gunung itu. Setelah beberapa lama, awan itu dengan segera menuruni lereng-lereng gunung dan menutupi segala sesuatu di sekitarnya, termasuk laut yang di dekatnya.
"Awan" yang digambarkan oleh Plinius Muda itu kini dikenal sebagai aliran piroklastik, yaitu awan gas yang sangat panas, debu, dan batu-batu yang meletus dari sebuah vulkano. Plinius mengatakan bahwa beberapa gempa bumi terasa pada saat letusan itu dan diikuti oleh getaran bumi yang dahsyat. Ia juga mencatat bahwa debu juga jatuh dalam bentuk lapisan-lapisan yang sangat tebal dan desa tempat ia berada harus dievakuasi.
Raja Charles VII dari dua Sisilia sangat tertarik dengan temuan-temuan ini bahkan hingga ia diangkat menjadi raja Spanyol. Giuseppe Fiorelli mengambil tanggung jawab ekskavasi pada 1860. Hingga saat itu Pompeii dan Herculaneum dianggap telah hilang selamanya. Di kemudian hari, Giuseppe Fiorelli adalah orang yang menyarankan penggunaan teknik injeksi plester terhadap ruangan kosong dalam tubuh korban Vesuvius yang sudah hancur untuk membentuk kembali permukaan tubuh mereka secara sempurna.
Forum (bangunan untuk keperluan sosial), pemandian, beberapa rumah/gedung dan sejumlah villa telah dapat diselamatkan dengan baik. Sebuah hotel (dengan luas 1000 meter persegi) ditemukan dekat dengan lokasi kota. Hotel ini lalu dinamakan "Grand Hotel Murecine".
Gempa bumi, longsor dan kerusakan akibat letusan gunung berapi
Sebuah bidang penelitian penting saat ini berkaitan dengan struktur-struktur, yang kini sedang diperbaiki, pada masa letusan (kemungkinan rusak pada waktu gempa di tahun 62). Sebagian dari lukisan-lukisan tua yang rusak agaknya tertutup dengan lukisan-lukisan yang lebih baru, dan alat-alat modern digunakan untuk menemukan kembali gambaran dari fresko-fresko yang telah lama tersembunyi. Alasan tentang mengapa struktur-struktur ini masih diperbaiki 10 tahun setelah letusan itu adalah kenyataan bahwa frekuensi ledakan menjelang ledakan yang hebat itu semakin kecil.
Kebanyakan penggalian arkeologis di situs itu hanya sampai tingkat jalanan pada peristiwa vulkanik tahun 79. Penggalian-penggalian yang lebih dalam di bagian Pompeii yang lebih tua dan contoh-contoh utama dari pengeboran-pengeboran di dekatnya telah menunjukkan lapisan-lapisan dari berbagai sedimen yang menunjukkan bahwa peristiwa-peristiwa lain telah melanda kota itu sebelum terjadinya ledakan yang terkenal itu, karena ada tiga lapisan sedimen yang terletak di bawah kota itu yang ditemukan di atas lapisan lava. Bercampur dengan sedimen ini ditemukan pula oleh para arkeolog potongan-potongan kecil dari tulang-tulang binatang, potongan-potongan keramik dan potongan-potongan tumbuhan. Dengan menggunakan penanggalan karbon, lapisan yang tertua diperkirakan berasal dari abad ke-8 SM, sekitar masa pendirian kota itu. Dua lapisan lainnya dipisahkan dari lapisan-lapisan lainnya dengan lapisan tanah yang dikembangkan dengan baik atau merupakan jalan yang dibuat orang Romawi pada sekitar abad ke-4 SM dan abad ke-2 SM. Teori di balik lapisan-lapisan dari beraneka sedimen ini adalah tanah longsor yang hebat, yang mungkin didorong oleh hujan yang turun berkepanjangan. (Senatore, et al., 2004) Pada penggalian-penggalian awal situs ini, sesekali ditemukan lubang di dalam lapisan abu yang berisi sisa-sisa tulang manusia. Giuseppe Fiorelli mengusulkan untuk mengisi ruang-ruang kosong itu dengan semen. Apa yang dihasilkan adalah bentuk-bentuk yang sangat akurat dan mengerikan dari Pompeiani (warga Pompeii) yang gagal melarikan diri, dalam saat-saat terakhir hidup mereka .
Pompeii dalam dunia hiburan populer
Pada Oktober 1971, band terkenal Pink Floyd mengadakan pertunjukan di sebuah amfiteater yang kosong dan berusia 2.000 tahun di Pompeii, di hadapan penonton yang terdiri dari para kru film termasuk para kamerawan. Pertunjukan ini diedarkan sebagai sebuah film di seluruh dunia, dan belakangan dalam bentuk video. Sang sutradara belakangan menambahkan gambar-gambar ruang angkasa dan merilisnya dalam bentuk 'potongan sutradara', yang kini tersedia dalam bentuk DVD.
"Last Days of Pompeii" adalah sebuah opera rock tahun 1991 oleh band rok alternatif Nova Mob.
Taman bertema Busch Gardens di Williamsburg, Virginia menampilkan sebuah atraksi berjudul "Escape from Pompeii," (Melarikan diri dari Pompeii); di situ para penumpang mengendarai kapal-kapal kecil yang konon sedang melarikan diri melalui kota Pompeii sementara reruntuhan-reruntuhan kota berguliran di sekitar mereka.

























































