Crop Circle: Kemunculannya di Indonesia - Asli Jejak UFO atau Buatan Manusia ?

Tuesday, January 25, 2011

Indonesia dihebohkan dengan terbentuknya sebuah pola simetris atau yang biasa dikenal dengan sebutan Crop Circle di area persawahan Desa Jogotirto Berbah, Sleman, Yogyakarta. Berbagai spekulasi berkembang, ada yang mengkaitkannya dengan UFO, aktifitas mistik-supranatural, disebabkan angin puting beliung, hingga rekayasa tangan manusia.

Media-media seperti televisi, surat kabar, blogger, bahkan milis-milis internet berlomba-lomba mengangkat topik fenomena aneh yang biasanya dijumpai di negara-negara yang memiliki ladang gandum atau jagung seperti Inggris dan negara lainnya. Tetapi keanehan terjadi, Crop Circle kali ini terbentuk bukan di ladang gandum ataupun ladang jagung seperti biasanya, melainkan terbentuk di area persawahan.
Crop circle diduga muncul hanya dalam dua jam pada Sabtu 22 Januari 2011 malam. Kemunculannya diperkirakan antara pukul 21.00 sampai 23.00 Waktu Indonesia Barat. Menurut petani setempat, pada pukul 18.00 WIB keadaan sawah masih tampak normal saja dan tidak ada tanda - tanda mencurigakan.

Keesokan harinya, 23 January 2011 petani pemilik sawah tersebut terkejut dengan beberapa bagian sawah yang ditanami padi telah rubuh. Awalnya petani mengira padi yang rubuh akibat ulah dari hewan yang besar melintasi area persawahan, hingga seorang anak menunjukkan sebuah foto dari seorang anak pemilik sawah lainnya dari ketinggian. Ternyata padi-padi yang telah rubuh itu membentuk sebuah pola. Iya, pola inilah yang dikenal sebagai Crop Circle.

Berikut ini gambar-gambar dari area sawah tempat kemunculan Crop Circle, Desa Jogotirto Berbah, Sleman, Yogyakarta 23 January 2011.

















Pola  Diagram Crop Circle Sleman



Tanggapan beberapa pihak tentang Crop Circle

Beta - UFO
Direktur Beta - UFO Bayu Amus mengatakan pada media, bahwa dia tidak bisa bertindak jauh di lokasi Crop Circle, namun menurutnya karakteristik fisik tanaman disana menunjukkan bahwa Crop Circle itu asli.



Pertama, batang padi yang ada disana tak ada yang patah, “Cuma roboh seperti ditidurkan”.


Menariknya, pada dalam waktu sehari batang padi itu sudah mulai berdiri tegak kembali. Jika itu merupakan rekayasa yang biasanya karena injakan maka batang biasanya akan patah. 
Kedua, setelah melakukan pengamatan, tak ada jejak mesin, manusia atau hewan.

Ketiga, robohnya batang padi tersebut searah jarum jam. Meski ciri lain seperti panas atau gelombang elektromagnetik tak terlalu terlihat, karakteristik fisik yang ada menunjukkan bahwa batang itu tak patah, hanya dirobohkan hingga bengkok.




Secara sekilas tak ada gangguan elektromagnetik, radiasi pun belum bisa diperiksa, katanya. Namun, Bayu menyatakan bahwa jika lembaga penelitian serius mau berpartisipasi dan mengeceknya pada level mikroskopik, maka keabsahan bisa lebih kuat.Pada CC asli biasanya tanaman mengalami perubahan, misalnya sendi-sendinya membengkak dan tak patah. Kemudian, batang yang tadinya lurus akan berbelok dengan sempurna.

Penyelidikan tim Beta-UFO menemukan bahwa posisi tanaman di Sleman memang dalam keadaan rebahan. Perbedaannya dengan Crop Circle luar negeri hanya terletak pada jenis tanaman, yaitu di luar negeri biasanya tanaman jagung dan gandum.

Pada penelitian-penelitian Crop Circle, frekuensi suara diketahui mampu merebahkan tanaman dan membuatnya seakan-akan layu. Berdasarkan penelitian Beta-UFO, Crop Circle di Sleman sama dengan Crop Circle yang ada di luar negeri.

Pada kasus Sleman, warga juga mendengar suara mendengung atau gemuruh di sekitar setengah jam pada pukul 23.00. Beta-UFO menyimpulkan bahwa kemungkinan besar Crop Circle Sleman asli bukan buatan manusia.


Lapan - Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional


Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan Sri Kaloka,  di Desa Jogotirto, menegaskan, dari hasil penyelidikan Lapan, crop circle bukan merupakan jejak UFO. 

Dijelaskannya, pola crop circle semacam ini banyak ditemukan di sejumlah negara di Eropa. Dan itu, kata dia, murni buatan manusia. Hanya saja, jika di luar negeri dibuat di area tanaman gandum, tebu, atau jagung, sedangkan di sini di area tanaman padi.
Dijelaskannya, salah satu bukti itu buatan manusia adalah, rebahan batang padi yang roboh menunjukkan akibat ditekan. Sehingga, batang padi itu tercabut sampai ke akar-akarnya, bukan pola ditimpa. Sri Kaloka mengatakan, petunjuk yang paling kuat ialah ditemukannya bekas lobang, tempat menancapkan tongkat atau pipa di tengah lingkaran. 
Kuat dugaan, tongkat itu digunakan untuk sumbu dalam menggerakkan alat penekan batang padi. "Di bagian tengah, kami juga menemukan ada jalan dan jejak manusia. Yang ditunjukkan dengan adanya rebahan batang padi yang disisihkan dan ditata kembali. Ini menunjukkan bahwa sebelumnya ada orang masuk ke lingkaran itu," tutur Sri. Tak Ada Radiasi
 Terkait dengan penegasan Lapan itu, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) juga mengutus orangnya ke lokasi corp circle. Dari hasil penelitian tidak ditemukan adanya radiasi di sawah. 
Kabid Keselamatan dan Kesehatan Batan Yogyakarta M Yasid, menyebutkan,kesimpulan sementara tidak ada anomali pada tanah persawahan. Dalam artian semuanya normal seperti biasa, dan dari kadar radiasi tanah untuk kesimpulan sementara masih seperti biasa. Dalam artian tidak ada radiasi. Dijelaskannya, padi di persawahan itu masih bisa dikonsumsi seperti biasanya. 


Studentmagz.com - Jejak Ufo Sleman Kerjaan Mahasiswa

Sehubungan dengan adanya pengakuan sebuah lewat blog, (www.studentmagz.com) Studentmagz blog yang tak diketahui penanggung jawabnya, memuat pemberitaan menyatakan CC Sleman merupakan hasil karya beberapa mahasiswa di Yogya yang sedang liburan.

Menurut pengakuan yang tercantum, seorang mahasiswa MIPA yang kebetulan tidak pulang kampung ketika liburan nekat ikut temannya ke Sleman. Mahasiswa ini bersama teman-temannya (enam orang) mengaku CC tersebut murni buatan mereka.

“Kami yang membuat jejak UFO ini adalah anak-anak Sains MTK dan Pertanian,” kata salah satu mahasiswa lulus SMA 2008 seperti dikutip dari blog tersebut. Mahasiswa itu terkenal pandai dalam matematika dan gila internet. Namun mahasiswa itu tak mau memberi tahu bagaimana cara membuat Crop Circle itu.

Ahli Fisika Universitas Diponegoro (Undip), Prof Dr Muhammad Nur DEA meyakini, fenomena crop circle yang terjadi itu bukan jejak UFO atau rekayasa manusia. Munculnya crop circle akibat terjadinya fenomena alam. Dari teori yang dia pelajari, crop circle terbentuk akibat proses plasma electrodynamic. 
Dimana ion (yang bermuatan positif) dalam udara tertarik ke bumi (yang bermuatan negatif). Akibat proses electrodynamic tadi, dalam perjalanannya terjadi interaksi yang mengakibatkan timbulnya medan magnet. Medan magnet itulah yang menyebabkan munculnya crop circle yang sempat ditengarai sebagai jejak pesawat UFO.

Berikut ini adalah gambar pola makna Crop Circle Sleman dari website resmi cropcircleconnector









Para pengamat Crop Circle mengatakan bahwa kemungkinan munculnya Crop Circle ini di Indonesia, dikarenakan adanya hubungan antara kejadian alam cukup besar yang baru saja telah melanda Indonesia, yaitu meletusnya Gubung Merapi. Akan tetapi, benar atau tidaknya hal itu masih merupakan kontroversi.


Selang beberapa hari kemudian, pola serupa muncul di Bantul.

Crop Circle Kedua Muncul di Dusun Wanujoyo Kidul, Srimartani, Piyungan, Bantul 25 January 2011

Warga kembali menemukan sebuah pola aneh di area persawahan Bantul yang ternyata hanya berjarak 5 km dari area ditemukannya pola Crop Circle pertama. Bentuknya hampir mirip dengan yang ada di Sleman tetapi ukurannya lebih kecil, sekitar 30 meter sampai 40 meter. Crop circle di Sleman berukuran sekitar 60 meter..





Warga melaporkan adanya suara gemuruh mirip pesawat sebelum crop circle  ditemukan. Seorang warga yang tinggal 100 meter dari lokasi ditemukannya lingkaran misterius itu mengaku mendengar suara gmuruh mirip pesawat yang terbang rendah sekitar pukul 09.00. Namun, ia tak sempat melihat sumber suara tersebut karena saat ia keluar rumah suara segera menghilang.



BETA-UFO : Crop Circle Sleman Bukan yang Pertama

Nur Agustinus, salah satu pendiri dari BETA-UFO Indonesia, mengatakan bahwa crop circle yang terjadi di Sleman, Yogyakarta, bukanlah yang pertama. Berdasarkan laporan yang diterima Beta - UFO, sebelumnya di Tuban, Jawa-Timur, pada tahun 1998 juga pernah terjadi fenomena crop circle. Akan tetapi tidak pernah ada yang menanggapinya dengan serius, sehingga tidak ada satupun dokumentasi ataupun bukti yang bisa mengabadikan kemunculan crop circle waktu itu.

Hingga saat ini belum ada 100% teori yang bisa dengan benar-benar menjelaskan bagaimana hingga pola misterius ini bisa terbentuk di Sleman maupun di Bantul.

Ataukah ada oknum lain yang bisa bertanggung jawab dengan kemunculan Crop Circle di kedua daerah ini ?

Maka dari itu, berikut ini izinkan saya membagikan sedikit 'sejarah tentang Crop Circle ' yang saya kutip dari informasi yang telah beredar di internet.

Pada tahun 1991, dua pria dari Southampton, Inggris bernama Dave Chorley dan Doug Bower mengaku telah membuat Crop circle sejak tahun 1976. Mereka membuat crop circle tersebut hanya dengan menggunakan sebuah papan, patok dan tali. Menurut mereka, hanya dengan menggunakan alat sederhana itu, mereka dapat membuat sebuah lingkaran dengan diameter 12 meter hanya dalam tempo 15 menit.
Majalah Time edisi 23 September 1991 menyebut pengakuan Chorley dan Bower dengan kutipan seperti ini :

"Pengakuan ini mengakhiri sebuah misteri paling populer yang pernah disaksikan Inggris dan dunia"

Benarkah anggapan majalah Time ? Apakah misteri ini telah terpecahkan?

Memang, banyak dari crop circle adalah buatan manusia, namun para peneliti menemukan karakteristik-karakteristik yang kelihatannya mustahil dapat dibuat oleh manusia.


 
Karakteristik
Karakteristik yang ditemukan pada crop circle yang asli adalah sebagai berikut :

Batang gandum tidak patah
Pada crop circle yang asli, tanaman gandum tidak patah. Ia hanya merunduk seperti sebuah sendok plastik yang dipanaskan. Menurut para peneliti, hal ini bisa diakibatkan oleh semburan elektromagnetik yang deras kearah tanaman gandum hingga menambah kelembaban batang gandum yang memungkinkannya untuk merunduk tanpa patah.

Lubang-lubang kecil pada batang gandum
Ciri lainnya adalah ditemukan lubang-lubang kecil di batang gandum. Para peneliti menduga bahwa lubang ini tercipta akibat adanya semburan gelombang mikro yang terus-menerus yang menyebabkan kelembaban batang gandum berubah menjadi uap panas yang kemudian mencari jalan keluar dari batang gandum.

Pola Rumit
Memang, manusia yang berusaha membuat crop circle mampu membuat pola yang rumit, namun tidak dalam semalam. Crop circle asli terkadang memiliki pola geometri yang asing bagi kebanyakan orang. Salah satunya adalah pola Phi yang hanya berhasil dipecahkan oleh seorang ahli astrofisika.

Partikel Besi Mikro bermagnet
Ciri lain yang hampir mustahil ditiru oleh manusia adalah adanya Partikel Besi bermagnet yang ditemukan pertama kali oleh para peneliti dari BLT Institute. Partikel besi bermagnet tersebut memiliki diameter 10-50 mikrometer dan terdistribusi secara merata dan linear di perimeter Crop Circle. Menurut para peneliti, partikel besi ini mungkin muncul karena terciptanya kolom udara yang terionisasi (Plasma Vortex).
  
Perubahan struktur Kristalin batang gandum
Ciri lainnya adalah adanya perubahan struktur Kristalin pada tanaman gandum. Karakter ini hampir dipastikan tidak dapat ditiru oleh orang lain.

Perubahan komposisi kimiawi tanah
Peneliti lainnya juga menemukan pada beberapa kasus terjadi perubahan komposisi kimiawi tanah tempat terciptanya Crop circle.

Timbulnya medan magnet misterius di lokasi
Pada crop circle yang asli, umumnya terdapat medan magnet yang sangat kuat di dalam lingkaran formasinya. Medan magnet ini dapat mematikan peralatan elektrik. Ciri ini tidak ditemukan pada crop circle buatan manusia.


Tantangan Sains
Pada tahun 2002, Discovery Channel menugaskan 5 insinyur aeronautic dan austronautic dari MIT untuk membuat Crop Circle. Syaratnya mereka harus membuat Crop circle yang paling tidak memiliki 3 ciri, yaitu :

1. Batang gandum yang tidak patah
2. Ada lubang-lubang uap pada batang gandum
3. Adanya partikel besi berdiameter 10-50 mikrometer yang tersebar merata secara linear di formasi Crop circle.

Tim tersebut kemudian membuat sebuah crop circle, lalu berusaha memasukkan 3 karakter diatas. Mereka menggunakan microwave emitter untuk meningkatkan suhu batang gandum hingga berubah menjadi uap. Mereka lalu menggunakan flamethrower untuk menyemprot partikel besi. Namun ternyata peralatan tersebut memakan terlalu banyak waktu dan tidak efektif sehingga mereka terpaksa menggunakan pyrotechnic untuk menyebarkan partikel besi secara merata.

Dengan seluruh teknologi canggih yang digunakan, para insinyur MIT hanya dapat menghasilkan 2 ciri dengan sempurna. Ciri ketiga, yaitu partikel besi tersebar tidak dengan merata.

Lagipula menurut peneliti Crop circle, para tim tersebut menggunakan ilmu pengetahuan dan peralatan canggih yang jelas diluar jangkauan para Hoaxer lainnya.

Bukan hanya di Inggris, Percobaan mereproduksi Crop circle ternyata pernah dilakukan oleh seorang peneliti Jepang bernama Y. Ohtsuki (Crop circle pernah muncul di sawah padi di Jepang).

Ia memang berhasil menciptakan karakter asli crop circle yaitu dengan cara menjatuhkan bola api plasma ke sebuah piringan yang ditaburi debu alumunium. Ya, karakteristik yang sederhana-pun membutuhkan ilmu pengetahuan yang cukup rumit.

Pernah suatu hari, para peneliti yang berusaha menciptakan kembali Crop circle dengan segala karakteristiknya menggunakan derek seberat 40 ton hanya untuk memasang penerangan agar mereka dapat bekerja pada malam hari. Atraksi itu menarik banyak penonton yang ingin tahu.

Crop circle asli muncul tanpa adanya atraksi dan keramaian seperti itu. mereka hanya muncul dengan tiba-tiba. Jadi sains modern masih belum bisa menjelaskan dengan sempurna fenomena ini.

Adakah penjelasan lain yang ditawarkan ?
  
Penjelasan Lainnya
Bagi yang lain, ketika sains gagal mengungkap rahasia crop circle, mereka sampai kepada penjelasan alternatif, Yaitu crop circle adalah buatan alien.

Pada tahun 1966 terjadi laporan yang luar biasa aneh. Di sebuah kota kecil di Tully, Queensland, Australia, seorang petani tebu melaporkan adanya sebuah UFO yang terbang dari alang-alang. Ketika ia menyelidiki lokasi terbangnya UFO tersebut, ia melihat alang-alang diatas air rawa ditempat itu merunduk dalam pola lingkaran searah jarum jam. Luar biasanya, jalinan yang tercipta dari alang-alang tersebut mampu menahan berat 10 pria dewasa.

Di Inggris, beberapa saksi mata pernah melihat objek terbang tak dikenal pada malam munculnya Crop circle.Kesaksian seorang polisi yang melihat tiga pria tinggi sedang mengamati ladang gandum. Ketika petugas polisi menghampiri mereka, mereka lari dan menghilang. Dengan segera polisi tersebut mendengar suara berdengung statik yang aneh, dan ia menyaksikan batang-batang gandum mulai merunduk mengiringi suara dengungan itu. Malam itu juga disekitar situ seorang saksi berhasil memotret objek terbang tidak dikenal.

Apakah Crop circle adalah jejak UFO yang tertinggal ? Ataukah kode rahasia yang ingin disampaikan kepada umat manusia ? tentu saja tidak ada yang bisa memastikannya.

Namun dugaan ini dibuat semakin panas akibat adanya pengakuan seorang mantan sersan polisi di Inggris yang mengaku bahwa para petani di Inggris dibayar oleh pihak militer untuk segera membuldoser crop circle segera setelah mereka muncul.

Apakah militer Inggris mengetahui sesuatu yang tidak boleh diungkapkan ?


Crop Circle - Buatan Manusia
Jika pada 1991 dua orang Inggris bisa membuat Crop Circle, dengan peralatan sederhana yaitu hanya dengan menggunakan sebuah papan, patok dan tali dalam waktu 15 menit, apakah kasus yang ada di Sleman dan di Bantul juga merupakan hal serupa ? Yaitu buatan tangan-tangan terampil yang ingin menyebarkan sensasi melukiskan pola cantik di tengah sawah untuk menutupi polemik politik yang sedang melanda Tanah Air ? 

Ini adalah beberapa gambar proses pembuatan Crop Circle manual oleh manusia.





















Untuk lebih jelas, anda bisa melihat proses pembuatan Crop Circle dalam video berdurasi 9 menit tentang 'How to make a Crop Circle' . 






(hawkson)

8 komentar:

  1. Anonymous said...:

    Awalnya saya agak yakin itu bukan buatan manusia, but setelah ditemukan lubang ditengah lingkaran (diduga sbg tempat menancapkan kayu sbg titik pusat lingkaran) keyakinan saya mulai berkurang.

  1. dhila13 said...:

    Great!..
    bisa juga baca ini: http://dhila13.wordpress.com/2011/01/26/jika-alien-benar-datang-ke-sleman/
    hehe

  1. Haryadi Be said...:

    saya menunggu bocoran WikiLeak.........:) nice post bro.

  1. Dark Dicit Lux said...:

    Internetnya udah sembuh bro ? :)

Post a Comment

Tinggalkan komentar anda..
Akan tetapi jangan lupa, bijaksanalah dalam berkomentar...
Komentar-komentar yang bernada menjatuhkan dan melecehkan orang lain tidak akan saya tampilkan..

Perhatian !!

" Copy Paste saya ijinkan, tetapi jika anda tidak keberatan.. Mohon agar disertakan sumber beserta linkback ke blog ini.. "

Apakah Blog Misteri Hawkson salah satu Blog Misteri Favorite Anda?

Friends